Please...

Dear Viewers,
I shared my stories, my flash fiction, or my flash true story.
So, please do not copy what is written here. If you want to copy, please provide the name of the author and the source.

Don't be a silent reader, please!
Tinggalkan jejakmu disini ^^

Thanks ^^

Kamis, 07 April 2011

Sebuah Pinokio yang Tak Bernyawa


Aku merasa malu dengan diriku sendiri, dengan kamu dan dengan perasaan ini. Aku malu, karena seakan-akan aku terlalu mengharapkan cinta itu, menginginkan asa itu. Kenapa? Kenapa aku harus begini? Kenapa aku dulu begitu? Kenapa kamu buat aku seperti ini?
                Pikiranku selalu tidak sampai tiap kali aku berpikir tentang itu. Aku selalu tak bisa menahan yang meluap di dalam aku, entah sakit, entah cinta atau bahkan benci saat aku melihat kamu. Apa kamu rasakan itu juga?
                Katakan padaku. Katakan kalau kau cinta aku, tapi jangan kalau yang terjadi adalah terbalik.
                Yah, dunia memang kini serba terbalik. Banyak cowok bertingkah bak cewek dan cewek sok tomboi. Dan, saat kelak aku telah BISA melupakanmu, kamu pasti akan meminta-minta cintaku! Akan ku buat begitu!
                Tapi, saat ini...tidak! Aku tak bisa melepas semua yang terjadi diantara kita selama ini. Aku mau mengenangmu sebentar lagi. Maaf kalau kamu dengan dirinya—gadis penggantiku merasa terganggu, tapi please, izinkan aku memiliki kamu dalam kenangan itu agar seakan aku hidup bahagia sampai detik ini. Bukan masalah aku akan sakit lagi nantinya. Aku Cuma butuh kamu sekarang meski hanya sepenggal memori. Setidaknya sampai, sampai aku benar-benar merasa bisa berdiri dengan kedua kakiku sendiri dan bukan dengan ilusi.
                Aku janji, setelah aku puas dengan segala euphoria-ku, aku akan membiarkanmu lepas walau sebenarnya aku memang nggak pernah menangkarmu dalam sangkar emas. Saat itu aku akan bisa tersenyum tulus, tulus ke dalam matamu.
                Tapi, ada apa ini??? Kenapa kamu plin-plan dengan perasaanmu? Bukankah aku sudah relakan semua? Tapi, kenapa kamu seakan memberikan asa? Kau pikir aku akan senang dengan semua itu? Aku sakit... Sakit dengan kamu yang mendorongku ke lorong waktu dan membawaku kembali ke euphoria indah bersamamu. Lalu, aku mulai bermimpi indah lagi. Aku akan menari-menari dalam indahnya khayalan sendiri tanpamu! Kamu Cuma kasih asa semu bagiku. Perlahan aku tersadar, aku berada dalam dimensi lain. Dimensi cinta yang tak bertepuk. Cinta yang sepihak, cinta yang tak terbalas. Agape!
                Aku bukan boneka kayu permainanmu. Pinokio saja bisa bertindak sesukanya, tapi kenapa aku harus bahagia dan menangis sesuai kehendakmu permainkan aku? Aku membangun pembatas dunia luar dan duniaku sendiri agar aku tidak akan pernah bisa jatuh di lubang yang sama untuk kedua kali, ketiga kali dan kesekiannya.
Aku selalu bisa menjadi gadis yang ‘unreachable’ sebelumnya. Sebelum aku terpaku hanya kepadamu. Tapi, seketika aku luluh dengan senyummu. Tapi, kamu keraskan lagi dengan dinginnya tatapanmu. Kamu kenapa? Aku terlalu tidak sempurna bagimu? Suka, suka, suka... Tapi aku tidak bisa hidup hanya dengan itu. Mungkin aku benar-benar sebuah pinokio yang tak bernyawa bagimu.

By : Yolanda Yoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thankyou for reading


sincerely,
Mensiska J. Suswanto