Please...

Dear Viewers,
I shared my stories, my flash fiction, or my flash true story.
So, please do not copy what is written here. If you want to copy, please provide the name of the author and the source.

Don't be a silent reader, please!
Tinggalkan jejakmu disini ^^

Thanks ^^
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

COPYCAT! Oh no!!

uh, long time no see guys...

ngga lama lagi gue bakal berangkat untuk kuliah dan meninggalkan rumah..hikss..
itulah kenapa di post kali ini GUE berusaha untuk membiasakan diri berbicara dalam bahasa yang katanya gaul...hihihihi

Awal september 2013 nanti gue bakal memulai sesuatu yang baru. Sesuatu yang dulu gue impi2kan, tapi sekarang gue takutkan. Kenapa? karena gue sama skali belom punya temeeeen..hikss lagi...

uhmm, sbenernya ada sih temen satu skolah gue yang masuk bareng ke PT...tapi...
sssttt... she is ma copycat!

Dulu kami adalah sahabat karib. Ingat! DU-LU!

Tidak setelah gue tau yang sbenarnya. Saat aku masih duduk di kelas satu bangku SMA, dia sekelas bareng adek kembar gue. Tapi, saat naik ke kelas dua, gue yang sekelas ama dia. Pertama, gue pikir nggak ada masalah untuk itu. Tapi, seiring berjalannya waktu, ketauanlah busuknya dia.

FYI, sodara kembar gue itu termasuk salah satu murid berpotensi di skolah gue (dan mirisnya gue nggak termasuk). Dan, mungkin hal itu yang memacu si COPYCAT itu untuk menyaingiku.

Awal2, gue sama dia itu bagai gula ama semut. Karena dimana ada dia, pasti ada gue. Gue duduk di sebelah dia, dan YA! dia duduk di sebelah gue.

Setiap pelajaran matematika, setelah memberikan materi, guru gue itu slalu ngasih tugas. Dan  salah satu dari kita diharuskan maju untuk menyelesaikan soal2 itu. Meskipun gue bukan murid berpotensi di skolah, tapi gue kan ga bodo2 amat untuk menyelesaikan beberapa soal tsb. dan stiap kali gue berhasil mengerjakannya dia mencoba untuk menyalin kerjaan gue dan menuliskannya di depan. Sehingga guru2 dan teman2 gue mengira bahwa itu adalah kerjaan dia.

 Tapi, nggak lama setelah itu, gue mulai ada rasa nggak suka sama dia untuk hal ini. dan gue SELALU mencoba untuk mengerjakannya sendiri di depan. Dan, sejak saat itu, dia mulai mencari 'mangsa' baru.

Stiap kali aku maju untuk menyelesaikan soal, dia pasti akan maju meski dengan jawaban milik orang lain...

hal lain yang gue nggak suka dari dia adalah dia suka nyontek. Sbenernya itu nggak masalah buat gue kalo aja dia nggak ngelaporin temen gue yang suka nyontek juga. Bayangin coba! dia suka nyontek tapi ngaduin anak yang nyontek. Aduh bok please dehh...

Okeh kembali ke cerita (karena sbenernya bukan itu yang pengen gue critain ke elo pada).

Gue mulai menyadari kalo dia adalah copycat sejak orang2 mencoba menyadarkan gue bahwa dia slalu meniru gue.
Contohnya gini : hari itu gue ulang tahun (ciee) dan gue baru aja dapet kado dari temen gue yang lain. Salah satu isi kado tsb adalah pita rambut. dan gue sukaaaaa banget pita itu. Dan hari itu juga langsung gue pake.
 DAN nggak lama kemudian dia mulai pegang2 deh tu pita. Dan dia mulai nanya2..

"beli dimana?"
"Nggak tau, gue dikasih ama si Irene."
"Oh gitu..."

dan dia tiba-tiba mengambil penggaris "Mo ngapain???"
"Mo gue ukur. Gue mo bikin yang sama."

WHAT???
 *gile lu ndro*

Beberapa hari kemudian dia nongol dengan pita rambut Orange (dengan ukuran sama persis dengan punya gue) nangkring dengan noraknya di rambutnya. Pita itu dia taruh agak kedepan dan sedangkan mukanya bulet. Lu bisa bayangin kan?
OMIGOD! gue malu punya copycat kaya dia.

Contoh lainnya adalah saat gue punya sepatu skolah baru. pagi2 dia langsung ngampirin gue. dan, bukannya nyapa gue (karena saat itu gue belum menyadari kebusukan dia, jadi kita masih menjadi gula dan semut) dia malah minta gue untuk copot spatu baru gue.

FYI, spatu gue itu bukan spatu bermerek. secara itu gue beli dengan tabungan gue sendiri. Harganya juga cuma 98.000

setelah gue copot tu sepatu, dia langsung coba pake. dan kira2 seperti inilah percakapan kami kala itu :

"beli dimana?"
"gue beli di toko X"
"oo,  harganya berapa?"
"98ribu..."
"oooo..."

dan nggak lama setelah itu, gue beli sarung hape, dan Ya Tuhan, sarung hape itupun sbenernya barang jadul yang gue temuin di suatu toko. dan itu bukan baru di toko tsb harganya bahkan cuma 6000, tapi dengan (percakapan yang kira2 sama dengan yang diatas) nggak lama kemudian dia muncul dengan sarung hape dengan warna yang sama dengan punya gue.


 sbenernya masih banyak hal lagi tentang copycat gue itu, but, gue rasa cukup segini aja. daripada gue makin enek ama tu anak. jadi mending gue udahin aja curhatnya :)


your friend,


Apauw

Jumat, 22 Maret 2013

One Side Love


Biar embun tahu,
Biar kicau burung berseru
Ini cinta yang bersembunyi di balik kabut
Merayap di dalaman rumput,
Mencari yang tlah luput...

Karena saat hati telah terselimut,
Rasa ini kian tak bersudut
Sampai tak terpisahkan maut
Hanya aku yang kini melumut...


Dulu aku merayu,
Tapi kini semua hanya angin lalu
Jika mungkin kemarin dirasa perlu,
Tetapi sungguh, kini biarlah berlalu...

Kini cinta tlah keluar dari sarang
Menyanyikan aku genderang perang
Tuhan mohon, biar dia memandang!
Ini cinta telah usang!
Kini hanya ada aku yang malang,
Mengharap untuk bersambut...


Sat, 16/03/13
[apauw]

Minggu, 17 Februari 2013

Sharing


Beberapa waktu lalu,
 seperti biasa, aku, saudara kembarku dan juga mamaku duduk-duduk di salah satu meja di restaurant ibuku.
Saat itu, maghrib hampir tiba.

Tiba-tiba saudara kembarku berseru padaku : "Apao, Ujian Nasional kita harus bagus. Kita harus total ya." saudara kembarku itu sangat bersemangat.
Lalu kubalas, "Iya, tapi aku nggak yakin bisa."
"Lha, kan kamu mau ikut program beasiswa di STP Trisakti..."
"Iya tapi nggak yakin bisa."
Lalu mamaku yang mendengar pembicaraan dua anaknya itu menyahuti,
"Mau ikut apa??"
"Itu lho mah, si Apao mau ambil program beasiswa penuh di STP Trisakti."
saudara kembarku menjawab.
"Trisakti itu dimana?" tanya mama lagi.
"Setahuku si di deketnya UNTAR mah. jadi nanti kalo apao keterima, nanti apao sama achien deketan."
Saudara kembarku ini kebetulan sejak bulan Desember kemarin telah mendapat beasiswa seratus persen dari UNTAR karena prestasinya di sekolah.
"Syaratya apa?" mamaku bertanya lagi.
"Niliai Ujian Nasionalnya Apao harus sembilan mah." Jawab saudara kembarku lagi. Rupanya saudara kembarku ini senang sekali jika aku mengambil program beasiswa ini.
"Hah? Sembilan?"
"Ya, bukan sembilan sih. Tepatnya delapan koma lima per mata pelajarannya, mah." kali ini aku yang menyahut.
"Nggak usah kaya gitu lah. Nggak usah mimpi tinggi-tinggi. Kalo buat dapet nilai tujuh aja kamu susah, ya nggak usah mimpi dapet nilai sembilan!" entah kenapa aku nggak percaya mamah bisa mengatakan itu padaku.
Aku tahu, aku anak yang bodoh. Tapi bukan berarti aku harus menghentikan mimpiku untuk menjadi seorang koki kan?
Aku sakit hati dengan perkataan mama saat itu.
Tapi, rupanya saudara kembarku mencoba membelaku.
"Tapi, mah, kata Pak Ay (guru olahragaku), yang penting mimpi dulu, masalah terwujud ato nggaknya urusan belakangan. yang penting jadikan itu motivasi mah. Siapa tahu dengan adanya ini bisa memotivasi apa biar nilainya bagus..."
"Ya, tapi kalo emang nggak mampu ya nggak usah dipaksain. Kamu dapet beasiswa 100% di UNTAR aja udah bener-bener ngebantu mama. Mama masih bisa kok ngebiayain apao."
Setelah pembicaraan itu, diam-diam aku masuk kamar dan menangis.


Cerita lainnya, waktu itu saat makan malam, aku bercerita pada mamaku bahwa aku di calonkan oleh teman-teman sekelas untuk menjadi ketua panitia Year Book.. yaaa meskipun aku dipilih karena tidak ada anak lain yang mau.. tapi aku senang.
"Mah..mah...mah... Apao di calonin sama temen-temen buat jadi ketua panitia buku tahunan lhooo." pamerku.
Semula mama hanya diam, kemudian menjawab "Nggak usah bangga!"
"Kenapa?" mau nggak mau aku mataku mulai terasa panas.
"Mama lebih suka kamu belajar aja."
Kemudian aku mendengar kakak laku-lakiku tertawa sumbang tepat di depan telingaku. Aku mengangis lagi...
Malam itu aku bersumpah aku harus menjadi ketua panitia Buku Tahunan sekolahku.
Sekarang, meskipun aku tahu aku tidak terpilih untuk menjadi ketua panitia Buku Tahunan, namun aku tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk masa depannku.
Sekarang yang perlu aku lakukan adalah belajar dengan tekun untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

PS : blog, kau memang teman terbaikku. Kau tak pernah mengeluh akan semua cerita-ceritaku. Kau selalu menerimaku...
Terima kasih...

Dari seseorang yang sedang berusaha dan akan selalu berusaha,
Apauw

Minggu, 26 Agustus 2012

Aku Punya Buku (Menatap Luas Kehidupan)

haii temans...
aku tahu ini memang sangat terlambat...
dan aku sudak lama tidak menyapa kalian semua...

Banyak hal yang terjadi selama ini. Diantaranya, cerpenku masuk 25 terbaik dalam kompetisi cerpen inspiratif, akhir juni kemarin. Dan 25 cerpen terbaik tersebut akan dibukukan. <3 p="p">aku senang dengan kenyataan yang satu itu...

Aku-akan-punya-buku....!! Asssoooooyy!

and noooowwwww
buku itu telah terbit!

Dengan judul MENATAP LUAS KEHIDUPAN




Ini dia identitas bukunya :



Judul : Menatap Luas Kehidupan
Kategori : Kumpulan Cerpen
Penulis : Anissa Nur Arofah, Devi Angraeni, Dwi Ani Farida, Fanny YS, Harris Abdullah, Hasan Bisri, Heny Aprilia, Latif Nur Janah, Mulyoto JJ, Nenny Makmun, Nia Sumiati, Nimas Kinanthi, Nofriani, Nur Lailatul Khasanah, Panju Pratama, Ragil Kuning, Rasashi Ihsani, Reny Sri Suryani, Risa Mutia, Rivyana Intan Prabawati, Suparno, Syifa Nuraini Gunara, Vina N Istighfarini, Vinny Erika Putri, YOHANA YOE


Halaman : V + 188 halaman
Synopsis :
Kadang hidup itu tak seperti apa yang kita inginkan, 
Kadang hidup itu pedih, tak seperti yang kita mau, 
Tapi tak pernah sedikitpun takdir tanpa makna, 
Tak pernah sedikitpun hidup tanpa inspirasi, 
Tapi seringkali kita menatap sempit kehidupan, 
Dan kita tak temukan apapun selain keluhan, 
Dan ratapan. 
Kita akan temukan makna di setiap cerita hidup, 
Ketika kita berani menatap luas kehidupan ini. 
Menatap luas setiap cerita yang kita lalui. 


buku ini memberi inspirasi bagi setiap pembacanya. Ceritanya berasal dari kisah nyata para penulis.

Cara pemesanan :
kirim email ke
maujadisuper@yahoo.com
atau sms ke no :
089655382023
dengan format :
nama barang/kode barang, namamu, emailmu, no hpmu.


Salam sahabat,
Apauw
np : sekarang aku fix ganti nama pena.. jadi missyoe atau apauw... 
<3 div="div" nbsp="nbsp">

Selasa, 08 Mei 2012

Juara Harapan 1 Lomba Menulis Kartini

Tepat tanggal lima belas lalu aku mengirim cerpenku ke www.dearfrens.com untuk mengikuti salah satu lomba. waktu itu, lomba yang aku ikuti adalah lomba menulis kartini. Dan tepat pada tanggal lima belas itu adalah deadline dari lomba tersebut.

tapi, aku kaget bukan main. pada tanggal 21 april, bertepatan dengan hari Kartini, diumumkan bahwa aku menjadi juara Harapan 1.

aku senang bukan main. pasalnya, aku akan mendapat sertifikat. itu yang membuatku senang. karena sertifikat bisa aku bawa untuk masuk uiversitas nanti...

selain itu aku juga mendapat sebuah jam tangan, satu paket mainan crazy birds, dan juga 200Zp yang berlaku di www.dearfrenz.com tersebut...

baru hari ini aku mendapat hadiahnya. jam tangannya cantik banget. dan yang paling membuatku sedang adalah saat aku melihat sertifikatnya. biarpun lecek, tapi aku tetap senang. Ada namaku tertulis disana... :)



hari ini juga aku men share kedua gambar ini di facebook. dan mendapat tanggapan yang bagus dari teman-temanku. salah seorang guruku, guru seni di sekolahku, yang memang aku tag ke dia, memberikan komentar.

dia menawariku untuk menulis di majalah HIDUP, aku senang bukan main karena diberi kepercayaan dan di berikan kesempatan yang bagus itu. tanpa pikir panjang, aku meng-iya-kan tawarannya...
semoga aku tidak akan mengecewakannya... :)

doakan aku teman-teman :)
salam,
Yohana

Jumat, 17 Juni 2011

What The Hell!

13 Juni 2011

Aku mengeluhkan gigiku yang sakit pada mama, dan sorenya kami langsung ke dokter gigi langganan kami. Dia yang biasa mengurus gigiku sejak aku kecil.

"Umur kamu berapa sih, nok???" Tanya Drg. Tunggono
"16." Jawabku lantang.
"Lho, kok bisa??? Harusnya umur sepuluh gigimu sudah gigi dewasa semua. Berarti gigi yang satu itu telat 6 tahun, kok betah?" Terang dokternya sambil tertawa.
"Hah, masa sih???? Terus gimana?" tanyaku.
"Yah, sudah dilihat dulu."

Tapi, setelah dilihat, dokternya ketawa lagi...
"Iya, ternyata benar. Masih gigi susu. Tapi nggak bisa langsung di cabut. Karena belum tau, ada gigi barunya apa ngak."
"Lha, trus gimana???"
"Gini aja, saya kasih kamu surat buat rumah sakit Mitra bagian Radiologi. Lalu di Rongent. Biar keliatan, ada gigi barunya apa ngak, kerena gigi itu memang jarang ada benihnya. Kalo langsung dibaut, takutnya nggak ada gigi barunya, nanti kamu bisa  ompong selamanya."

Iiiihhhhhhhhhhhhh jangan sampeeeeeeee T.T


14 Juni 2011
Rumah Sakit Mitra bagian Radilogi.

Setelah Rongent
"Mah, liat. Ada gigi barunya.... Assiiikkkk aku nggak omponggggg."
"Hahahaha, iya. Berati bisa dicabut giginya."
"Assiiikkk nggak sakit gigi lagiiii..."

16 Juni 2011
Tempat praktek Drg. Tunggono

"Bisa dicabut, tapi masih lama, karena gigi barunya masih jauh. Tapi klao mau di cabut sekarang juga bisa. Nanti kalo 3 sampai 4 bulan gigi barunya belum keluar juga, nanti biar gusinya di lubangi untuk mempermudah keluarnya gigi baru.

Sekitar pukul 16.40 gigiku dicabut. Nggak sakit memang. Tapi begitu aku sampai dirumah, sekitar pukul setengah tujuh, gigiku sakit bukan main. Aku sudah mekan obat penghilang rasa sakit, tapi kok masih sakit, yah? Apa obatnya nggak mempan???

Akhirnya sekotar pukul setengah delapan malam, aku memilih utuk tidur. Dan besoknya aku bangun pukul setengah enam pagi. Tidur yang luar biasa, bukan?? 10 jam!!

Setelah sarapan gigiku sakit bukan main, karena aku tak sengaja menggunakan gigi bagian kiriku utnuk mengunyah. Benar-benar tak terbayangkan menderita sakit gigi karena habis dicabut di umur 16. Memalukan.

Ah, ya aku ingat. Ada lagu yang mengatakan, "lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati." 
Yah, walaupun aku sebenranya tak tau seperti apa rasanya sakit hati, tapi sepertinya itu jauh lebih baik, kaerena aku tetap bisa makan dengan mudah tanpa harus memiringkan kepala untuk menghindari gigi ompongku.



Senin, 14 Maret 2011

Patah Hati?!

Patah hati it's just about time, friends...
memang sakit sih...
Tapi, mau bagaimana lagi?
Apa dengan menangis dia akan kembali?
Apa dengan merana kamu akan tegar?

Tidak!
Tidak begitu...
Memangnya di dunia ini lelaki cuma satu?
Masih banyak, guys...
Mungkin saja di belalahn bumi sana ada yang benar-benar suka padamu..

Setuju, guys?
Good"...
Bubye...^^

Kamis, 03 Februari 2011

Masa SMA = Masa yang Paling…



          Kalau bagi sebagian orang, masa SMA itu masa yang paling indah, menyenangkan, peunuh kenangan, dan kadang nggak terlupakan.
          Tapi, nggak sedikit juga orang yang bilang masa SMA itu masa yang paling rawan apalagi kalau sudah kenal lawan jenis, katanya.
          Beberapa bilang masa yang paling di tunggu-tunggu sama anak- anak SMP. Nggak tahu apa yang di tunggu, tapi, sebatas penasaran saja. Mungkin…
          Tapi, bagi aku, masa SMA itu masa yang paling “Nggak Enak”. Kenapa? Ya, karena aku belum menemukan kenangan yang berkesan di sini, tentunya. Selain itu, pelajarannya susah-susah. Gurunya juga ngajarnya “Jor-joran”. Sungguh masa yang menguras tenaga—bagi aku tentunya.
          Tapi, pertama aku menjejak lantai SMA yang dingin, aku merasa senang, apalagi aku punya teman yang sangat menyenangkan. Tapi, seperti roda yang diputar untuk menjalankan kursi roda, begitulah hidupku sekarang. Dulu di atas, di “elus-elus” oleh empunya dan jika roda sudah berputar, berputar jugalah hidupku yang menyenangkan. Semuanya berubah membosankan seperti roda yang diputar dan menopang seluruh berat kursi roda dan isinya, itu juga kalau tidak apes menginjak kotoran di bawah sana.
          Tapi, nama nya hidup memang seperti roda, kemarin susah banget rasanya mau hidup, tapi, sekarang malah senang sekali…
          Kadang, terlintas di pikiranku kalau aku masih tidak percaya aku ini sekarang sudah SMA. Soalnya, tidak banyak perubahan yang terjadi dalam hidup dan keseharian aku. Bahkan mungkin sedikit.
          Tapi, itulah yang harus aku sadari betul bahwa masa SMA itu ya sama saja dengan masa-masa sebelumnya. Cuma bedanya, sekarang aku sudah harus lebih dewasa karena mengingat umur sudah tua (tua???). Dan karena aku harus menjadi lebih dewasa, tentu berbeda cara pikir, bicara dan bersikap. Tapi, aku belum bisa berubah dari aku yang SMP dulu.  Aku belum bisa mengubah semua sifat kekanakan yang melekat di dalam aku dan aku masih belum mau sisi itu pergi dari aku.

Kamis, 18 November 2010

Hujan T_T

Hujan mengguyur kota tegal kemarin.
Aku pulang sekolah dengan payung kecilku bersama saudara kembarku.
Baru sampai di depan aula SD, hujan semakin deras saja. Menghambat perjalanan pulangku, tentunya.
Aku, saudara kembarku, dan Mamak (sebutan untuk Tri Irene karena badannya yang besar, haha) berteduh di depan aula yang cukup besar itu.
Hmm, cukup lama kami berdiam diri disana seperto orang konyol.

Bosan, akhirnya tanpa sengaja kami mendapat tontonan gratis, berjudul "perjuangan seekor kecoa" banyak kecoa yang sepertinya berasal dari selokan dekat kami berteduh keluar dari sarangnya untuk dapat menyelamatkan diri mereka dari air yang begitu banyak.
hahaha
Benar begitu bukan??
Aku tidak tau.

Hujan bukan saja semakin deras, tetapi air sekolah ku semakin terendam oleh air. Tempat kami berdiri sekarang bagaikan pantai! Uh, sudah lama aku tak ke pantai...
Jaketku yang basa, aingin yang kemncang, semakin membuatku kedinginan. Dan yang lebih parah, aku kebelet pipis!
Hadu, mau tak mau aku harus menahannya. Dan kalian harus tau, sebenarnya kelemahan ku adalah menahan kencing! Percayalah, itu sulit sangat sulit bagiku.
"Nongkrong aja, kan gak kelihatan!" perintah saudara kembarku, Jolanda, dan Mamak.
Hff, dasar. Bukannya di kasih solusi yang benar malah ngebanyol! Emang sih ga bakal keliahatan, tapi kam malu, mana dibelakang kami ada anak cowo seangkatan kami, lagi.... Terus ada beberapa ibu-ibu, nanti apa kata mereka kalu melihatku nongkrong di tengah hujan????

Sebelumnya aku sudah mengirin pesan untuk Mama agar ia tak usah menungguku pulang dan makan siang bersama karena aku akan berteduh dulu menunggu hujan reda.

Jam sekiranya sudah menunjukkan pukul 2 siang. Aku pun laparrrrr....

Tak berapa lama, Irene di jemput oleh mamanya. Aku dan saudara kembarku pun memutuskan pulang. dan oh, astaga. Kalian tau, air hujan yang menggenangi sekolahku saat itu?? Airnya diatar mata kakiku! Sepatu ku yang memang sedari tadi sudah basa, menjadi semakin banjir. Untung besok aku libur sekolah....

Rintik-rintik air masih turun dengan cukup kerap. Aku berdiri di depan gereja dekat sekolahku untuk menunggu angkutan umum yang aku yakin di musim penghujan seperti sekarang kondisinya akan semakin parah. Becek, berlumpur, dan engap.

Sebentar aku dan saudara kembarku sudah berada dlam angkutan umum. Yah, benar dugaanku, banyak lumpur di sekitar kami.
Aku melihat keluar jendela. Ada sayap putih yang mengembang ketika angkutan yang kemi tumpangi melawati becekan(Sebenarnya bukan pusith, tepatnya butek).
Itu terjadi berkali-kali.

Sekitar dua puluh menit aku turun dan mendapati hujan sudah benar-benar berhenti. Setelah menyebrang jalan raya, aku melihat mama menungu di dpen rumah. Pasti mama menunggu kami lama...

Aku dan saudara kembarku berlari menghampiri mama yang telah melihat kedatangan kami. Senangya bisa berkumpul dengan mama dan makan siang bersamanya. Apal;agi kalau makan masakan mama....

Duh, segala rasa takut, lelah, sedih hilang seketika deh....

Love U Mom...!


[Ba0~95]

Senin, 08 November 2010

Bangga jadi anak kembar

Hmm, punya kembaran memang enak! Tapi, percaya deh. Pasti ada juga yang bikin kamu kesel. Ada beberapa alasan buat kamu percaya sama aku : kadang temen suka, bahkan sering banged salah manggil, dan bahkan bukan hanya teman. Tapi juga keluarga!

Terus….

Temen suka membanding-bandingkan kita! Itu yang bikin aku sebel. Dan biasanya kalo ada orang yang baru ketemu aku atau saudara kembarku, dan tau kalau kami kembar, ujung-ujungnya mereka Tanya : siapa yang lebih pinter?

Uh, Suebbelll!!!

Ya, bukan berarti aku mengingkari bahwa ia lebih pintar dariku.

Dan mereka tak segan-segan bicara begini : nanti kalau kalian pacaran, pacar kalian juga kembar, donk! Biar lucu!

Hmm, memang sih sejak kecil aku dan saudara kembarku sudah merencanakan Double Wedding.

Tapi tak pernah terbayang aku harus pacaran dengan saudara kembarnya adik iparku!

Tapi, sebarapa besar kamu kesal. Sebesar itu pula kamu membutuhkannya!

Kadang ada beberapa hal yang membuat aku merasa benar-benar bersyukur terlahir menjadi anak kembar.

Aku tak perlu sendiri disaat anak-anak yang lain sendirian saat menghadapi seuatu yang benar-benar sulit.

Aku juga tak perlu merasa kesepian, walau terkadang bosan karena kami setiap hari, detik, menit, dan jam kami selalu bertemu. Tapi, karena itulah kami tak bisa dipisahkan.

Hahahaha…..

Pernah ada rencana mamaku untuk menyekolahkan kami di sekolah yang berbeda. Tapi, setelah dipikir-pikir aku tak cukup berani menanggung resiko untuk sekolah sendirian.

Haha, aku memang penakut!

Aku bangga menjadi anak kembar!

Sebelum kau berani mengangumi orang lain, kagumi lah, dirimu sendiri.

Sebelum kau bangga kepada orang lain, bangga lah pada dirimu senidiri.